KAJIAN SABILURROSYAD

Bersama Meniti Jalan Kebenaran

Recent Posts

Di antara sifat orang yang bertaqwa adalah :

1. Beriman kepada perkara ghoib (iman kepada Allah, malaikatnya, yakin bahwa surga dan neraka itu ada, yakin bahwa nikmat serta siksa kubur benar adanya, dan lain-lain)

2. Mendirikan sholat dengan menyempurnakan rukun, wajib dan sunnahnya.

3. Berzakat jika harta sudah sampau nishob.

4. Gemar shodaqoh, terlebih jika untuk kemaslahatan umat.

Inilah ringkasan poin yang terkandung dalam surat Al-Baqarah ayat 2&3.

Perkara shodaqoh adalah perkara yang sangat dahsyat. Tahukah bahwa orang yang meningal berharap dikembalikan kedunia agar bisa shodaqoh?. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

"Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), "Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.” (QS. Al-Munafiqun: 10)

Mengapa shodaqoh? Karena :

1. Di dalam shodaqoh kita bisa membahagiakan saudara kita

2. Shodaqoh mampu menghapus dosa. Sabda Nabi :
إن الصدقة لتطفىء عن أهلها حر القبور

“Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.” (HR. Thabrani)

3. Shodaqoh adalah bukti kebenaran iman. Sabda Nabi :

والصدقة برهان

“Sedekah adalah bukti.” (HR. Muslim)

Imam Nawawi Rahimahullah menjelaskan: “Yaitu bukti kebenaran imannya. Oleh karena itu shadaqah dinamakan demikian karena merupakan bukti dari Shidqu Imanihi (kebenaran imannya).”



Ayo kawan, kapan lagi kalau tidak sekarang, mumpung nyawa masih dikandung badan.

👍🏻

Ajak kawan dan handai taulan untuk join di :
t.me/Kajian_Sabilurrosyad
📚 SABILURROSYAD 📚

•••••••••••••••••••••••••••
Nasehat Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin rahimahullah mengenai hak istri.

"Nasehatku bagi mereka yang lalai terhadap hak istrinya. Maka hendaknya mereka bertaqwa kepada Allah, karena Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa Sallam telah berwasiat mengenai wanita pada moment paling agung yang pernah disaksikan dunia islam, saat berada di hari Arafah ketika haji wada' beliau bersabda :

"Bertaqwalah kepada Allah perihal wanita (istri), engkau telah mengambilnya dengan amanat dari Allah, dan dia telah halal bagimu karena kalimat Allah". (HR. Muslim)

📚 Tafsir surat Al-Muthofifin, hal 94

°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Ikuti chanel telegram kami di :

t.me/Kajian_Sabilurrosyad
📚 SABILURROSYAD 📚

<••••••••••••••••••••••••>
Imam Ibnu Al-Qoyyim rahimahullah berkata :

"Dahulu sebagaian sahabat nabi, dalam hal ini Hudzaifah bin Yaman berkata, 'Hati-hatilah kalian terhadap khusyu' munafiq'.

Kemudian ada yang bertanya, ' apa itu khusyu' munafiq?'.

Beliau menjawab : 'Kau melihat jasad yang khusyu' sekali, akan tetapi hatinya melayang jauh dari kata khusyu'"

📚 Madarij As-Salikin, hal 1/517

<••••••••••••••••••••••••>
Silahkan share dan ikuti chanel kami untuk mendapatkan coretan-coretan terbaru

t.me/Kajian_Sabilurrosyad
📚 SABILURROSYAD 📚
•┈┈┈••✵☁️✵••┈┈┈•

Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah berkata :

" Seseorang tidak akan selamat pada hari pertemuan dengan Allah, kecuali mereka yang datang bertemu Allah dengan hati yang selamat, tidak ada keinginan apapun kecuali ridha Allah. Allah berfirman :

يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

“(Yaitu) hari di mana tidak berguna lagi harta dan anak-anak kecuali mereka yang datang menemui Alloh dengan hati yang selamat (selamat dari kesyirikan dan kotoran-kotorannya).” (QS. Asy Syu’ara: 88-89)

Refrensi : Kalimatul Ikhlas, hal 38


•┈┈┈••✵☁️✵••┈┈┈•
Silahkan share dan ikuti di chanel :
t.me/Kajian_Sabilurrosyad
📚 SABILURROSYAD 📚
‏•┈┈┈••✵☁️✵••┈┈┈•

Imam Ibnu Al-Qoyyim rahimahullah berkata :

"Barangsiapa yang menuntut ilmu dengan tujuan untuk menghidupkan islam, maka dia termasuk golongan shiddiqin (para pecinta kebenaran), dan derajatnya setelah derajat kenabian". (Miftah Dar As-Sa'adah, 1/121)


•┈┈┈••✵☁️✵••┈┈┈•
Silahkan share dan ikuti chanel telegram kami :

t.me/Kajian_Sabilurrosyad
وبدأت تحتضر أيها الملتزم !!
د.محمد اسماعيل المقدم

- بدأت الذاكرة تنسى أذكار الصباح والمساء والنوم !

- السنن الرواتب أصبحت مهملة ،لم يبق منها إلا سنة الفجر وغالب الأيام لا سنن!
- لا ورد من القرآن يُتلى ولا ليل يُقام ولا نهار يُصام !

- الصدقة يوقفها الشياطين .. شيطان يسوّف وشيطان يُمنِّي وشيطان يخوّف وشيطان يُنسِي وشيطان وشيطان وشيطان...!

- يمرّ اليوم واليومان ، وربما الأسبوع ، وربما الشهر ولم يُستغرق الوقت في قراءة جادة أو بحث مفيد!.

- ينقضي المجلس ، وينصرف الجمع ، وقد أكلوا ملء البطون من جميع اللحوم حيها وميتها بالغيبة ، وصرت لا تستنكر مثل هذا!
- زهد في السنن ، وتوسع في المباح ، وتهاون في المحظور. !

- صلاة الضحى لمن استطاع إليها سبيلا.!
- التبكير إلى الجمعة أصبح شيئاً غريباً .. ولم يعد من إهتماماتنا!.

- الإقامة صارت لنا أذاناً وقراءة الإمام صارت إقامة .. والكثير لا يخرج للصلاة إلا عند الإقامة.!

- الزيارة في الله أصبحت كالحج مرة في السنة!.

- الإبتسامة أصبحت عملة نادرة إلا ما رحم ربي..!!.

هل يمكن أن يؤثر في مجتمعه .. فضلاً عن نفسه وأسرته؟!!

وهل يصبح صاحبنا بعد هذا مغيِّراً أم متغيِّراً .. منتجاً أم مستهلِكاً؟!!

"فليراجع كلٌ منَّا حاله" وبسرعة ...

قال أحد الصالحين :
"ما اهتزت ثقة العامة في بعض طلبة العلم إلا حين رأوهم في الصف الأخير يقضون

اللهم ردنا اليك ردا جميلا ..

Ikuti chanel telegram kami di :

t.me/Kajian_Sabilurrosyad
📚 SABILURROSYAD 📚

Cara Setan Mengoda Manusia

Setan telah berpengalaman berpuluh-puluh tahun bahkan beratus-ratus tahun mengoda manusia. Karena memang setan adalah spesialis penggoda yang handal, maka dia mempunyai berbagai cara untuk menggoda manusia. Syaikh Mufassir Abdullah bin Syaikh Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithy mengatakan kepada kami :

"Setiap manusia itu memiliki titik kelemahan, baik orang awam atau orang alim semua mempunyai titik kelemahan. Dan dari titik kelemahan manusia tersebutlah setan masuk. Jika ada seseorang yang sangat mencintai harta, maka setan akan menggoda lewat hartanya. Jika ada seseorang yang condong pada jabatan, maka setan akan menjerumuskannya lewat jabatannya tersebut, dan seterusnya".

Dalam menggoda manusia setan mempunyai beberapa target, sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Ibnu Al-Qoyyim Al-Jauzy :

1. Mengajak manusia pada kekufuran, kesyirikan dan memusuhi Rasul. Jika tidak mampu maka yang kedua.

2. Menjerumuskan manusia pada hal-hal bid'ah sehingga bid'ah terasa sebagai ibadah. Jika tidak mampu, maka setan mengunakan target ke tiga.

3. Menjerumuskan manusia pada dosa besar. Jika tidak mampu, maka setan mengunakan target ke empat.

4. Menjerumuskan manusia pada dosa-dosa kecil, sehingga jika sudah terkumpul akan menjadi dosa besar bahkan kekufuran. Jika tidak bisa, maka setan masih ada target ke lima.

5. Menyibukkan manusia dengan hal-hal mubah yang tidak ada nilai pahala, sehingga manusia mati tanpa mempunyai bekal di akhirat. Jika masih tidak bisa, maka setan masih ada target selanjutnya.

6. Menyibukkan manusia dengan ibadah yang pahalanya kecil dan meninggalkan ibadah yang lebih utama pahalanya, sehingga bekal akhiratnya hanya sedikit. Jika target ini gagal, maka ada target terakhir.

7. Mengerahkan para pasukannya baik dari kalangan setan jin ataupun setan manusia untuk melihat apakah dia masih kuat daya tahannya atau melemah. Jika tetap kuat maka akan digoda dengan berlebih-lebihan dalam ibadah (ghuluw) dan terkadang sampai memandang rendah orang lain. Namun jika daya tahan manusia tersebut lemah, maka target pertama akan dijalankan kembali.

Setan memang tidak ada pekerjaan lain selain menggoda manusia, dan mereka sudah handal serta berpengalaman dalam hal ini. Oleh karena itu tidak ada cara lain bagi manusia untuk menhidarinya kecuali dengan meminta perlindungan kepada Allah, kemudia berbekal ilmu sehingga mampu mengenali jebakan-jebakan setan, agar bisa menghindarinya.


✍🏻 Dawud Munawwir Abdul Hadi

Madinah Munawwarah

Agar tetap bisa mendapatkan coretan sederhana dari kami, maka silahkan ikuti chanel telegram :

t.me/Kajian_Sabilurrosyad

Masjid Sabilurrosyad Lengor, Laren Lamongan
🌺 SABILURROSYAD 🌺

Mentarbiyah Diri


Seorang manusia terdiri dari tiga hal :

1. Jasad
2. Akal
3. Ruh

JASAD
Adapun cara untuk mentarbiyah jasad kita adalah dengan ibadah badan, olah raga, makan dan minum, pakaian, dan istirahat.

AKAL
Mentarbiyah dan mengembangkan akal adalah dengan ilmu serta melatihnya untuk berfikir. Karena akal yang jarang digunakan untuk berfikir maka lama kelamaan akan tumpul.

RUH
Adapun ruh, cara mentarbiyah dan mensucikanya adalah dengan beberapa hal, di antaranya :
a. Menjauhi segala yang dilarang dan diharamkan oleh Allah
b. Taubat dari segala dosa yang pernah dilakukan
c. Menjauhkannya dari sifat-sifat kemunafikan dan segala penyakit hati
d. Mengihiasinya dengan sifat-sifat ahli iman.
e. Banyak diam untuk berdzikir.
f. Menyediakan waktu menyendiri untuk beribadah Allah.
g. Membiasakan lapar dan menjauhi nafsu.
h. Bangun malam untuk beribadah
i. Membiasakan diri untuk bahagia ketika ibadah

Diambil dari caramah syaikh Muhammad Hasan walad Dedew Asy-Syinqithy

t.me/Kajian_Sabilurrosyad
🌺SABILURROSYAD*

INTI PEMBAHASAN AL-QUR'AN

Secara ringkas Al-Qur'an membahas 3 poin :
1. Allah adalah satu satunya yang berhak disembah
2. Muhammad adalah benar-benar utusan Allah
3. Balasan bagi orang yang taat adalah surga, balasan bagi orang kafir adalan neraka.


Secara detail inti dari pembahasan Al-Qur'an ada 7 poin :
1. Tauhid (terbanyak)
2. Hari kiamat
3. Nubuwah
4. Hukum syar'i
5. Janji untuk orang yang bertaqwa
6. Hukuman bagi orang yang berdosa
7. Kisah

Dan 7 poin tersebut ada dalam Al-Fatihah, kemudia di syarah dalam surat Al-Baqarah kemudian di syarah lagi dalam surat Ali Imran dan seterusnya.


Diambil dari ceramah : Syaikh Mufassir *Abdullah* bin Syaikh Shohib Adhwa' Al-Bayan *Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithy*

Ditulis oleh murid beliau ; Dawud Munawwir Abdul Hadi - Lamongan

Madinah Munawarah


t.me/Kajian_Sabilurrosyad
Silahkaan

https://fursanulmadinah.blogspot.com/2017/08/donwoald-kitab-matan-abi-syuja-fi-al.html?m=0


t.me/Kajian_Sabilurrosyad
🌺 *KAJIAN SABILURROSYAD* 🌺

*Siapakah Orang Yang Lalai Itu?*

Orang yang lalai adalah mereka yang tenggelam dalam kenikmatan dunia dan tidak sadar akan adanya kehidupan akhirat, orang yang lalai adalah mereka yang segala kemampuannya dikerahkan untuk memenuhi keinginan duniawinya, sedangkan fikirannya kosong tidak mengingat Allah dan rosulnya. Allah berfirman :

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Artinya : _Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai._ (QS. Al-A'raf : 179)

Dan juga dalam firman-Nya :

إِنَّ الَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَاءَنَا وَرَضُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاطْمَأَنُّوا بِهَا وَالَّذِينَ هُمْ عَنْ آيَاتِنَا غَافِلُونَ • أُولَٰئِكَ مَأْوَاهُمُ النَّارُ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Artinya :
_Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan._ (QS. Yunus : 7-8)

Syaikh Ibrohim Al-Bajuri dalam *Hasyiyah Al-Bajuri* berkata :

_Yang dimaksud dengan lalai adalah tidak berdzikir walaupun disengaja, disebut dengan kata "lalai" menunjukkan bahwa tidak berdzikir secara sengaja adalah hal yang tidak pantas, dan seakan-akan tidak pantas untuk ada._

Imam Ibnu Al-Qoyim Al-Jauzy dalam kitabnya *Al-Wabil Ash-Shoyyib* berkata :

_Jarak jauhnya seorang hamba dari Allah bisa diukur dengan seberapa jauhnya dia dari dzikir_

Jadi, orang yang lalai adalah mereka yang terlena dengan gemerlap dunia, dan hatinya kosong tidak berdzikir dan tidak menyiapkan bekal pertemuan dengan pencipta dunia. Mereka inilah kandidat orang-orang merugi, di mana ketika ada manusia memasuki surga, dia terjerembab ke lembah neraka akibat kelalaiannya.

✍🏻 Dawud Munawwir

🕌 *Masjid Sabilurrosyad Lengor, Laren*


Untuk bergabung dengan chanel telegram kami, silahkan klik
t.me/Kajian_Sabilurrosyad
🕌 *MASJID SABILURROSYAD* 🕌

*DO'A*

Allah _subhanahu wa ta'ala_ memerintahkan kita untuk berdoa, dan Allah sendiri lah yang menjanjikan terkabulnya do'a, Allah berfirman :

ادعوني أستجب لكم

"Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan untukmu". (QS. Ghofir : 20)

Jika Allah sudah berjanji untuk mengabulkannya maka itu pasti terjadi, karena Allah berfirman :

وعد الله حقا ومن أصدق من الله قيلا

Artinya : _Allah telah membuat suatu janji yang benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya dari pada Allah?_ (QS. An-Nisa' : 122)

Dan juga firman-Nya :
ان الله لا يخلف الميعاد

Artinya : _Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji._ (QS. Ali Imran : 9)

Syaikh Ibrohim Al-Bajuri dalam kitabnya *Hasyiyah Al-Bajuri 'ala Syarh Ibn Qosim Al-Ghozi ala Matan Abi Syuja'* berkata :

_Mereka (para ulama') berkata : 'Setiap doa itu dikabulkan, akan tetapi ada yang dikabulkan sesuai permintaan, atau yang lebih baik dari yang diminta baik seketika itu, atau ditunda, atau mendapatkan pahala'_

Intinya, tidak ada doa yang sia-sia jika sesuai aturannya. Berdoalah kepada Allah dengan adab dan akhlaq, serta jauhi hal-hal yang membuat doamu tidak dianggap.

اللهم إني أعوذ بك من دعاء لا يسمع

Ya Allah, hamba berlindung dari doa yang tidak engkau anggap

✍🏻 Dawud Munawwir


🕌 Masjid Sabilurrosyad, Lengor, Laren, Lamongan

Untuk bergabung dengan kami via telegram silahkan klik
@Kajian_Sabilurrosyad
🕌 *MASJID SABILURROSYAD* 🕌

*DO'A*

Allah _subhanahu wa ta'ala_ memerintahkan kita untuk berdoa, dan Allah sendiri lah yang menjanjikan terkabulnya do'a, Allah berfirman :

ادعوني أستجب لكم

"Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan untukmu". (QS. Ghofir : 20)

Jika Allah sudah berjanji untuk mengabulkannya maka itu pasti terjadi, karena Allah berfirman :

وعد الله حقا ومن أصدق من الله قيلا

Artinya : _Allah telah membuat suatu janji yang benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya dari pada Allah?_ (QS. An-Nisa' : 122)

Dan juga firman-Nya :
ان الله لا يخلف الميعاد

Artinya : _Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji._ (QS. Ali Imran : 9)

Syaikh Ibrohim Al-Bajuri dalam kitabnya *Hasyiyah Al-Bajuri 'ala Syarh Ibn Qosim Al-Ghozi ala Matan Abi Syuja'* berkata :

_Mereka (para ulama') berkata : 'Setiap doa itu dikabulkan, akan tetapi ada yang dikabulkan sesuai permintaan, atau yang lebih baik dari yang diminta baik seketika itu, atau ditunda, atau mendapatkan pahala'_

Intinya, tidak ada doa yang sia-sia jika sesuai aturannya. Berdoalah kepada Allah dengan adab dan akhlaq, serta jauhi hal-hal yang membuat doamu tidak dianggap.

اللهم إني أعوذ بك من دعاء لا يسمع

Ya Allah, hamba berlindung dari doa yang tidak engkau anggap

✍🏻 Dawud Munawwir


🕌 Masjid Sabilurrosyad, Lengor, Laren, Lamongan

Untuk bergabung dengan chanel telegram bisa klik
🕌 *MASJID SABILURROSYAD* 🕌

*DO'A*

Allah _subhanahu wa ta'ala_ memerintahkan kita untuk berdoa, dan Allah sendiri lah yang menjanjikan terkabulnya do'a, Allah berfirman :

ادعوني أستجب لكم

"Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan untukmu". (QS. Ghofir : 20)

Jika Allah sudah berjanji untuk mengabulkannya maka itu pasti terjadi, karena Allah berfirman :

وعد الله حقا ومن أصدق من الله قيلا

Artinya : _Allah telah membuat suatu janji yang benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya dari pada Allah?_ (QS. An-Nisa' : 122)

Dan juga firman-Nya :
ان الله لا يخلف الميعاد

Artinya : _Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji._ (QS. Ali Imran : 9)

Syaikh Ibrohim Al-Bajuri dalam kitabnya *Hasyiyah Al-Bajuri 'ala Syarh Ibn Qosim Al-Ghozi ala Matan Abi Syuja'* berkata :

_Mereka (para ulama') berkata : 'Setiap doa itu dikabulkan, akan tetapi ada yang dikabulkan sesuai permintaan, atau yang lebih baik dari yang diminta baik seketika itu, atau ditunda, atau mendapatkan pahala'_

Intinya, tidak ada doa yang sia-sia jika sesuai aturannya. Berdoalah kepada Allah dengan adab dan akhlaq, serta jauhi hal-hal yang membuat doamu tidak dianggap.

اللهم إني أعوذ بك من دعاء لا يسمع

Ya Allah, hamba be
✍🏻 Dawud Munawwir


🕌 *Masjid Sabilurrosyad, Lengor, Laren, Lamongan*
@Kajian_Sabilurrosyad
Channel photo updated
🌺 *KAJIAN SABILURROSYAD* 🌺

*Siapakah Orang Yang Lalai Itu?*

Orang yang lalai adalah mereka yang tenggelam dalam kenikmatan dunia dan tidak sadar akan adanya kehidupan akhirat, orang yang lalai adalah mereka yang segala kemampuannya dikerahkan untuk memenuhi keinginan duniawinya, sedangkan fikirannya kosong tidak mengingat Allah dan rosulnya. Allah berfirman :

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Artinya : _Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai._ (QS. Al-A'raf : 179)

Dan juga dalam firman-Nya :

إِنَّ الَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَاءَنَا وَرَضُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاطْمَأَنُّوا بِهَا وَالَّذِينَ هُمْ عَنْ آيَاتِنَا غَافِلُونَ • أُولَٰئِكَ مَأْوَاهُمُ النَّارُ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Artinya :
_Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan._ (QS. Yunus : 7-8)

Syaikh Ibrohim Al-Bajuri dalam *Hasyiyah Al-Bajuri* berkata :

_Yang dimaksud dengan lalai adalah tidak berdzikir walaupun disengaja, disebut dengan kata "lalai" menunjukkan bahwa tidak berdzikir secara sengaja adalah hal yang tidak pantas, dan seakan-akan tidak pantas untuk ada._

Imam Ibnu Al-Qoyim Al-Jauzy dalam kitabnya *Al-Wabil Ash-Shoyyib* berkata :

_Jarak jauhnya seorang hamba dari Allah bisa diukur dengan seberapa jauhnya dia dari dzikir_

Jadi, orang yang lalai adalah mereka yang terlena dengan gemerlap dunia, dan hatinya kosong tidak berdzikir dan tidak menyiapkan bekal pertemuan dengan pencipta dunia. Mereka inilah kandidat orang-orang merugi, di mana ketika ada manusia memasuki surga, dia terjerembab ke lembah neraka akibat kelalaiannya.

✍🏻 Dawud Munawwir

🕌 *Masjid Sabilurrosyad Lengor, Laren*
Channel name was changed to «KAJIAN SABILURROSYAD»
Channel name was changed to «Dawud Munawwir»
== *Kebenaran Yang Terus Ada* ==

Ibnu Qoyyim Al-Jauziy rahimahullah berkata :
"Islam semakin asing, Ulama' semakin berkurang, orang bodoh di mana-mana, urusan pun semakin rancu, keadaan semakin sulit, kerusakan merajalela di daratan maupun di lautan akibat ulah tanggan manusia. Akan tetapi akan tetap ada sekelompok dari umat Muhammad yang tegak berdiri di atas kebenaran, menjadi mujahid yang memberantas ahli syirik dan bid'ah sampai datangnya waktu di mana Allah mewarisi (mengambil kembali) bumi dan segala yang ada di atasnya, dan Allah sebaik baik pewaris" (Zaad Al-Ma'ad)

Kebenaran akan tetap ada di muka bumi ini, walaupun kita tidak mendukungnya, karena pendukung kebenaran akan tetap ada. Kebenaran akan terus berperang melawan kebathilan, kedua pasukan tersebut akan terus mengerahkan kemampuannya untuk saling mengalahkan sang lawan. Kita berada dipihak yang mana? Itulah pertanyaan yang harus kita tanyakan pada diri kita masing-masing.

🖋 Dawud UNA

Lamongan, 11 Juli 2017
See more posts