
Nasihat Rumaysho
Ini berisi nasihat-nasihat singkat Rumaysho
Recent Posts
TERIMA KASIH DOA DAN DUKUNGAN SEMUA
Walhamdulillah di penghujung Dzulqa'dah 1445 H, memasuki 1 Dzulhijjah 1445 H (bulan mulia & hari terbaik), tepatnya pada Jumat sore, 7 Juni 2024, kami telah menyelesaikan jenjang doktoral Manajemen Pendidikan dari Universitas Negeri Yogyakarta dalam kurun waktu 3 tahun 10 bulan. Kelulusan ini mendapatkan predikat cumlaude dengan IPK 3,94. Jalur studi yang kami ambil adalah by riset (lulusan kedua). Puji syukur kepada Allah, penelitian kami tentang manajemen Taman Pendidikan Al-Qur'an telah menghasilkan 2 jurnal ilmiah terindeks scopus dan international serta 3 proceeding.
Semoga Allah membalas semua kebaikan guru besar, promotor, kopromotor, dan para penguji. Begitu pula kami doakan kepada semua pihak yang telah mendukung dan mendoakan kemudahan dalam sidang promosi doktor yang telah berlangsung. Semoga ilmu yang kami peroleh selama di UNY bermanfaat untuk ummat.
✍🏼 Muhammad Abduh Tuasikal
• CEO of RumayshoCom
• Pimpinan Pondok Pesantren Darush Sholihin Gunungkidul
🔴 Video sidang terbuka promosi doctor silakan ditonton - subscribe juga yah
https://www.youtube.com/live/GUmOmasBj98?si=5x5_Kt3h2f7rXAkN
Walhamdulillah di penghujung Dzulqa'dah 1445 H, memasuki 1 Dzulhijjah 1445 H (bulan mulia & hari terbaik), tepatnya pada Jumat sore, 7 Juni 2024, kami telah menyelesaikan jenjang doktoral Manajemen Pendidikan dari Universitas Negeri Yogyakarta dalam kurun waktu 3 tahun 10 bulan. Kelulusan ini mendapatkan predikat cumlaude dengan IPK 3,94. Jalur studi yang kami ambil adalah by riset (lulusan kedua). Puji syukur kepada Allah, penelitian kami tentang manajemen Taman Pendidikan Al-Qur'an telah menghasilkan 2 jurnal ilmiah terindeks scopus dan international serta 3 proceeding.
Semoga Allah membalas semua kebaikan guru besar, promotor, kopromotor, dan para penguji. Begitu pula kami doakan kepada semua pihak yang telah mendukung dan mendoakan kemudahan dalam sidang promosi doktor yang telah berlangsung. Semoga ilmu yang kami peroleh selama di UNY bermanfaat untuk ummat.
✍🏼 Muhammad Abduh Tuasikal
• CEO of RumayshoCom
• Pimpinan Pondok Pesantren Darush Sholihin Gunungkidul
🔴 Video sidang terbuka promosi doctor silakan ditonton - subscribe juga yah
https://www.youtube.com/live/GUmOmasBj98?si=5x5_Kt3h2f7rXAkN
Kata Imam Ibnul Qayyim:
أن ما أطاع الله أحد قط إلا بالعلم وعامة من يعصيه إنما يعصيه بالمال
Seseorang itu bisa menaati Allah dengan benar karena ilmu yang ia miliki. Namun, sebaliknya, maksiat itu terjadi umumnya karena harta.
✏️ Miftaah Daar As-Sa'adah (1:414) karya Ibnul Qayyim saat menjelaskan ilmu lebih utama daripada harta.
-
Muhammad Abduh Tuasikal
أن ما أطاع الله أحد قط إلا بالعلم وعامة من يعصيه إنما يعصيه بالمال
Seseorang itu bisa menaati Allah dengan benar karena ilmu yang ia miliki. Namun, sebaliknya, maksiat itu terjadi umumnya karena harta.
✏️ Miftaah Daar As-Sa'adah (1:414) karya Ibnul Qayyim saat menjelaskan ilmu lebih utama daripada harta.
-
Muhammad Abduh Tuasikal
YUK IKUT QURBAN DI INDONESIA TIMUR, terakhir malam ini (03 Juli 2022), 23.59 WIB
Update terkini: Baru terpenuhi 91 sapi dari kebutuhan 200 sapi untuk daerah pelosok Sulsel, NTT, Halmahera, berbagai pelosok di Maluku Tengah
1/7 SAPI = 2 JUTA
1 SAPI = 14 JUTA
Info lengkap bisa baca di poster yang diikutkan atau di video:
• https://youtu.be/gitdSkX9O5c
• https://www.instagram.com/reel/CfiZJKAoitl/?igshid=YmMyMTA2M2Y=
Yuk salurkan donasi qurban Anda melalui rekening berikut:
• BCA 8950093791
(a.n. Muhammad Abduh Tuasikal)
• BSI 7148142844
• BRI 015301000966566
(a.n. Rumaysho peduli Indonesia)
Konfirmasi ke wa.me/6287839688692
Narahubung: 0811267791
Mohon bantuan share juga ya, Jazakumullahu khairan 🙂
Update terkini: Baru terpenuhi 91 sapi dari kebutuhan 200 sapi untuk daerah pelosok Sulsel, NTT, Halmahera, berbagai pelosok di Maluku Tengah
1/7 SAPI = 2 JUTA
1 SAPI = 14 JUTA
Info lengkap bisa baca di poster yang diikutkan atau di video:
• https://youtu.be/gitdSkX9O5c
• https://www.instagram.com/reel/CfiZJKAoitl/?igshid=YmMyMTA2M2Y=
Yuk salurkan donasi qurban Anda melalui rekening berikut:
• BCA 8950093791
(a.n. Muhammad Abduh Tuasikal)
• BSI 7148142844
• BRI 015301000966566
(a.n. Rumaysho peduli Indonesia)
Konfirmasi ke wa.me/6287839688692
Narahubung: 0811267791
Mohon bantuan share juga ya, Jazakumullahu khairan 🙂
Nasihat Rumaysho pinned Deleted message
The account of the user that owns this channel has been inactive for the last 5 months. If it remains inactive in the next 28 days, that account will self-destruct and this channel will no longer have an owner.
Nasihat Rumaysho pinned «»
RIBA DALAM JUAL BELI EMAS
Beberapa bentuk jual beli emas yang bermasalah
1. Jual beli emas secara kredit
2. Jual beli emas dengan DP (down payment)
3. Jual beli emas via internet
4. Jual beli emas via telepon
Hadits yang membicarakan tukar menukar emas dan komoditi ribawi lainnya
الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ وَالْمِلْحُ بِالْمِلْحِ مِثْلاً بِمِثْلٍ سَوَاءً بِسَوَاءٍ يَدًا بِيَدٍ فَإِذَا اخْتَلَفَتْ هَذِهِ الأَصْنَافُ فَبِيعُوا كَيْفَ شِئْتُمْ إِذَا كَانَ يَدًا بِيَدٍ
“Jika emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya’ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, maka jumlah (takaran atau timbangan) harus sama dan dibayar kontan (tunai). Jika jenis barang tadi berbeda, maka silakan engkau membarterkannya sesukamu, namun harus dilakukan secara kontan (tunai)” (HR. Muslim no. 1587).
Emas, perak, dan mata uang punya sifat (illat) yang sama yaitu mutlak tsamaniyyah, sebagai alat tukar.
Sehingga ada aturan:
1. emas ditukar emas, syaratnya:
- yadan bi yadin, tunai dalam majelis akad
- mistlan bi mitslin, timbagan harus sama
2. emas dibeli dengan uang, syaratnya:
- yadan bi yadin, tunai dalam majelis akad
Jika tidak memenuhi yadan bi yadin, terjerumus dalam riba nasiah (karena penundaan).
Jika tidak memenuhi mitslan bi mitslin, terjerumus dalam riba fadhl (karena ada kelebihan).
—
Bertakwalah kepada Allah, moga Allah menjauhkan kita dari berbagai macam riba.
- Lihat bahasan menarik dari postingan ini di buku Ustadzuna Dr. Erwandi Tarmizi, M.A. di Harta Haram Muamalat Kontemporer Cetakan Ke-23, halaman 565-566.
- Ikuti juga bahasan Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal secara tuntas mengenai buku di atas di channel Youtube Rumaysho TV.
Jika ilmu ini bermanfaat silakan disimpan dan disebarkan.
—
—-
Catatan Muhammad Abduh Tuasikal
@NasihatRumaysho
https://t.me/NasihatRumaysho
Beberapa bentuk jual beli emas yang bermasalah
1. Jual beli emas secara kredit
2. Jual beli emas dengan DP (down payment)
3. Jual beli emas via internet
4. Jual beli emas via telepon
Hadits yang membicarakan tukar menukar emas dan komoditi ribawi lainnya
الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ وَالْمِلْحُ بِالْمِلْحِ مِثْلاً بِمِثْلٍ سَوَاءً بِسَوَاءٍ يَدًا بِيَدٍ فَإِذَا اخْتَلَفَتْ هَذِهِ الأَصْنَافُ فَبِيعُوا كَيْفَ شِئْتُمْ إِذَا كَانَ يَدًا بِيَدٍ
“Jika emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya’ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, maka jumlah (takaran atau timbangan) harus sama dan dibayar kontan (tunai). Jika jenis barang tadi berbeda, maka silakan engkau membarterkannya sesukamu, namun harus dilakukan secara kontan (tunai)” (HR. Muslim no. 1587).
Emas, perak, dan mata uang punya sifat (illat) yang sama yaitu mutlak tsamaniyyah, sebagai alat tukar.
Sehingga ada aturan:
1. emas ditukar emas, syaratnya:
- yadan bi yadin, tunai dalam majelis akad
- mistlan bi mitslin, timbagan harus sama
2. emas dibeli dengan uang, syaratnya:
- yadan bi yadin, tunai dalam majelis akad
Jika tidak memenuhi yadan bi yadin, terjerumus dalam riba nasiah (karena penundaan).
Jika tidak memenuhi mitslan bi mitslin, terjerumus dalam riba fadhl (karena ada kelebihan).
—
Bertakwalah kepada Allah, moga Allah menjauhkan kita dari berbagai macam riba.
- Lihat bahasan menarik dari postingan ini di buku Ustadzuna Dr. Erwandi Tarmizi, M.A. di Harta Haram Muamalat Kontemporer Cetakan Ke-23, halaman 565-566.
- Ikuti juga bahasan Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal secara tuntas mengenai buku di atas di channel Youtube Rumaysho TV.
Jika ilmu ini bermanfaat silakan disimpan dan disebarkan.
—
—-
Catatan Muhammad Abduh Tuasikal
@NasihatRumaysho
https://t.me/NasihatRumaysho
SHALAT SUNNAH BAKDIYAH ISYA EMPAT RAKAAT
- Shalat bakdiyah Isya empat rakaat ada tuntunannya karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukannya.
- Para sahabat dan tabiin juga melakukan shalat tersebut.
- Adapun keutamaannya bahwa shalat tersebut sama pahalanya dengan shalat di malam lailatul qadar, ada dalilnya dari beberapa sahabat seperti Kaab Al-Ahbar, Aisyah, Ibnu Mas’ud. Syaikh Al-Albani hukumi sanadnya sahih. Bahkan dihukumi marfu’ sampai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Rujukan Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab karya Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid, no. 175914:
https://www.google.co.id/amp/s/islamqa.info/amp/ar/answers/175914
—-
Catatan Muhammad Abduh Tuasikal
@NasihatRumaysho
- Shalat bakdiyah Isya empat rakaat ada tuntunannya karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukannya.
- Para sahabat dan tabiin juga melakukan shalat tersebut.
- Adapun keutamaannya bahwa shalat tersebut sama pahalanya dengan shalat di malam lailatul qadar, ada dalilnya dari beberapa sahabat seperti Kaab Al-Ahbar, Aisyah, Ibnu Mas’ud. Syaikh Al-Albani hukumi sanadnya sahih. Bahkan dihukumi marfu’ sampai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Rujukan Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab karya Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid, no. 175914:
https://www.google.co.id/amp/s/islamqa.info/amp/ar/answers/175914
—-
Catatan Muhammad Abduh Tuasikal
@NasihatRumaysho
DI DUNIA MEDSOS SAAT INI DENGAN SALING MEMAMERKAN STATUS MASING-MASING
Sangat Rentan Sekali Timbul HASAD DENGAN SESAMA
Karena ingat sebab hasad itu karena:
1.Permusuhan dan kebencian.
2.Cinta dunia terutama terkait dengan kekuasaan dan kepemimpinan.
3.Pelit membagi kebaikan pada orang lain.
4.Lemahnya iman.
5.Kesombongan.
6.Tidak ingin dikalahkan yang lain.
7.Takut disaingi.
8.Takut diejek orang lain.
Sebab-sebab di atas disebutkan oleh Syaikh Musthafa Al-‘Adawi di kitab At-Tashiil li Ta’wil At-Tanziil Juz ‘Amma fii Sual wa Jawab, hlm. 752-753.
Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat hasad.
—
Catatan Muhammad Abduh Tuasikal
@NasihatRumaysho
Sangat Rentan Sekali Timbul HASAD DENGAN SESAMA
Karena ingat sebab hasad itu karena:
1.Permusuhan dan kebencian.
2.Cinta dunia terutama terkait dengan kekuasaan dan kepemimpinan.
3.Pelit membagi kebaikan pada orang lain.
4.Lemahnya iman.
5.Kesombongan.
6.Tidak ingin dikalahkan yang lain.
7.Takut disaingi.
8.Takut diejek orang lain.
Sebab-sebab di atas disebutkan oleh Syaikh Musthafa Al-‘Adawi di kitab At-Tashiil li Ta’wil At-Tanziil Juz ‘Amma fii Sual wa Jawab, hlm. 752-753.
Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat hasad.
—
Catatan Muhammad Abduh Tuasikal
@NasihatRumaysho
Nasihat pagi:
CARA MENCEGAH AGAR KITA TIDAK TERKENA DAMPAK HASAD
Dari hadits Mu’adz bin ‘Abdillah bin Khubaib dari bapaknya, ia berkata, “Kami pernah keluar pada malam yang hujan dan sangat gelap. Kami meminta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam agar mau mendoakan kebaikan untuk kami. Kami pun mendapati beliau. Beliau berkata, ‘Ucapkanlah’. Aku tidak mengucapkan apa pun. Beliau berkata lagi, ‘Ucapkanlah’. Aku pun tidak mengucapkan apa pun. Beliau berkata lagi, ‘Ucapkanlah’. Aku lantas bertanya, “Apa yang mesti aku ucapkan?’ Beliau menjawab, ‘Bacalah: surah Al-Ikhlas, lalu surah al-mu’awwidzatain (surah Al-Falaq dan An-Naas) ketika petang dan pagi sebanyak tiga kali, maka itu akan mencukupimu dari segala sesuatu.’” (HR. Tirmidzi, no. 3575. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).
Syaikh Musthafa Al-‘Adawi hafizhahullah mengatakan, “Benteng yang paling kuat untuk melindungi diri dari kejahatan orang yang hasad yang dikutuk adalah dengan berpegang pada Al-Qur’an dan ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu meminta perlindungan kepada Allah Rabb semesta alam.” (At-Tashiil li Ta’wil At-Tanziil Juz ‘Amma fii Sual wa Jawab, hlm. 726)
—
Catatan Muhammad Abduh Tuasikal
@NasihatRumaysho
CARA MENCEGAH AGAR KITA TIDAK TERKENA DAMPAK HASAD
Dari hadits Mu’adz bin ‘Abdillah bin Khubaib dari bapaknya, ia berkata, “Kami pernah keluar pada malam yang hujan dan sangat gelap. Kami meminta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam agar mau mendoakan kebaikan untuk kami. Kami pun mendapati beliau. Beliau berkata, ‘Ucapkanlah’. Aku tidak mengucapkan apa pun. Beliau berkata lagi, ‘Ucapkanlah’. Aku pun tidak mengucapkan apa pun. Beliau berkata lagi, ‘Ucapkanlah’. Aku lantas bertanya, “Apa yang mesti aku ucapkan?’ Beliau menjawab, ‘Bacalah: surah Al-Ikhlas, lalu surah al-mu’awwidzatain (surah Al-Falaq dan An-Naas) ketika petang dan pagi sebanyak tiga kali, maka itu akan mencukupimu dari segala sesuatu.’” (HR. Tirmidzi, no. 3575. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).
Syaikh Musthafa Al-‘Adawi hafizhahullah mengatakan, “Benteng yang paling kuat untuk melindungi diri dari kejahatan orang yang hasad yang dikutuk adalah dengan berpegang pada Al-Qur’an dan ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu meminta perlindungan kepada Allah Rabb semesta alam.” (At-Tashiil li Ta’wil At-Tanziil Juz ‘Amma fii Sual wa Jawab, hlm. 726)
—
Catatan Muhammad Abduh Tuasikal
@NasihatRumaysho
BERUTANG TIDAK DIANJURKAN DALAM SYARIAT ISLAM
Kecuali:
1. Seseorang dalam keadaan butuh
2. Merasa mampu untuk melunasi
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam pun pernah berutang, namun untuk memenuhi kebutuhan pokok, bukan untuk memenuhi barang mewah.
Faedah dari Harta Haram Muamalat Kontemporer, cetakan ke-23, hlm. 433-434.
—
Catatan Muhammad Abduh Tuasikal
@NasihatRumaysho
Kecuali:
1. Seseorang dalam keadaan butuh
2. Merasa mampu untuk melunasi
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam pun pernah berutang, namun untuk memenuhi kebutuhan pokok, bukan untuk memenuhi barang mewah.
Faedah dari Harta Haram Muamalat Kontemporer, cetakan ke-23, hlm. 433-434.
—
Catatan Muhammad Abduh Tuasikal
@NasihatRumaysho
SYARAT TAUBAT
Ada lima syarat taubat menurut Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah:
(a) ikhlas,
(b) menyesal atas apa yang telah terjadi,
(c) meninggalkan maksiat yang ingin bertauba darinya,
(d) bertekad tidak akan mengulanginya lagi, artinya tidak diniatkan untuk diulangi kembali,
(e) bertaubat selama belum terlambat, yaitu sebelum datang ajal dan sebelum matahari terbit dari arah tenggelamnya.
Sebagian ulama menyebutkan syarat taubat hanyalah tiga saja yaitu menyesal, menigggalkan, dan bertekad tidak mau mengulangi lagi. Namun, yang disebutkan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, itulah yang lebih sempurna.
Lihat Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyah, hlm. 433-437.
Catatan Muhammad Abduh Tuasikal, Sabtu, 20 Dzulqa’dah 1441 H
@NasihatRumaysho
Ada lima syarat taubat menurut Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah:
(a) ikhlas,
(b) menyesal atas apa yang telah terjadi,
(c) meninggalkan maksiat yang ingin bertauba darinya,
(d) bertekad tidak akan mengulanginya lagi, artinya tidak diniatkan untuk diulangi kembali,
(e) bertaubat selama belum terlambat, yaitu sebelum datang ajal dan sebelum matahari terbit dari arah tenggelamnya.
Sebagian ulama menyebutkan syarat taubat hanyalah tiga saja yaitu menyesal, menigggalkan, dan bertekad tidak mau mengulangi lagi. Namun, yang disebutkan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, itulah yang lebih sempurna.
Lihat Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyah, hlm. 433-437.
Catatan Muhammad Abduh Tuasikal, Sabtu, 20 Dzulqa’dah 1441 H
@NasihatRumaysho
EMPAT TANDA MUNAFIK
Hadits #49 dari Jami’ul ‘Ulum wal Hikam karya Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Ada empat tanda seseorang disebut munafik. Jika salah satu perangai itu ada, ia berarti punya watak munafik sampai ia meninggalkannya. Empat hal itu adalah:
1️⃣ jika berkata, berdusta;
2️⃣ jika berjanji, tidak menepati;
3️⃣ jika berdebat, ia berpaling dari kebenaran;
4️⃣ jika membuat perjanjian, ia melanggar perjanjian (mengkhianati).”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Catatan Muhammad Abduh Tuasikal, Jumat, 19 Dzulqa’dah 1441 H
@NasihatRumaysho
Hadits #49 dari Jami’ul ‘Ulum wal Hikam karya Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Ada empat tanda seseorang disebut munafik. Jika salah satu perangai itu ada, ia berarti punya watak munafik sampai ia meninggalkannya. Empat hal itu adalah:
1️⃣ jika berkata, berdusta;
2️⃣ jika berjanji, tidak menepati;
3️⃣ jika berdebat, ia berpaling dari kebenaran;
4️⃣ jika membuat perjanjian, ia melanggar perjanjian (mengkhianati).”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Catatan Muhammad Abduh Tuasikal, Jumat, 19 Dzulqa’dah 1441 H
@NasihatRumaysho
BAKHIL DAN HASAD
Pelit dan Dengki
Bisa jadi antara bakhil (pelit) dan hasad (dengki) ada kemiripan.
Orang yang hasad itu tidak senang jika yang lain mendapatkan sesuatu.
Orang yang bakhil itu tidak senang untuk memberi.
Majmu’ah Al-Fatawa, 18:334
Catatan Muhammad Abduh Tuasikal, Selasa, 16 Dzulqa’dah 1441 H
@NasihatRumaysho
Pelit dan Dengki
Bisa jadi antara bakhil (pelit) dan hasad (dengki) ada kemiripan.
Orang yang hasad itu tidak senang jika yang lain mendapatkan sesuatu.
Orang yang bakhil itu tidak senang untuk memberi.
Majmu’ah Al-Fatawa, 18:334
Catatan Muhammad Abduh Tuasikal, Selasa, 16 Dzulqa’dah 1441 H
@NasihatRumaysho
BOLEH SAJA MENOLAK IKHWAN KARENA PARASNYA
Saat nazhar, si akhwat boleh saja memutuskan tidak jadi menikah karena kurang sreg dengan paras si ikhwan atau fisiknya. Walaupun dalam hal ini, si ikhwan bagus agama dan akhlaknya.
—
Takarir:
Ini sebagai dalilnya, walau dalil ini berlaku ketika sudah menjadi istri. Namun, kalau saat berkeluarga saja bisa menggugat cerai, tentu berlaku hal yang sama sebelum menikah.
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa istri Tsabit bin Qais bin Syammas pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia berkata pada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, aku tidaklah menjelekkan agama dan akhlak Tsabit. Namun aku cuma khawatir jadi mengkufuri suami.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalau begitu kembalikanlah kebun miliknya.” Istrinya menjawab, “Iya kalau begitu.” Istrinya pun mengembalikan kebun tersebut pada Tsabit. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pun memerintah pada Tsabit, akhirnya mereka berdua berpisah. (HR. Bukhari, no. 5276)
Faedah dari Ustadzuna Aris Munandar, M.P.I.
Ketika mendengarkan sesaat kajian "Kiat Menjadi Istri Shalihah #28, Tidak Mudah Meminta Cerai” di Channel Youtube Ustadz Aris Munandar
TAUTAN YANG PERLU DIBACA DI SITUS WEB RUMAYSHO:
https://rumaysho.com/10213-istri-gugat-cerai-3-kapan-gugat-cerai-dibolehkan.html
Catatan Muhammad Abduh Tuasikal, Senin, 15 Dzulqa’dah 1441 H
@NasihatRumaysho
Saat nazhar, si akhwat boleh saja memutuskan tidak jadi menikah karena kurang sreg dengan paras si ikhwan atau fisiknya. Walaupun dalam hal ini, si ikhwan bagus agama dan akhlaknya.
—
Takarir:
Ini sebagai dalilnya, walau dalil ini berlaku ketika sudah menjadi istri. Namun, kalau saat berkeluarga saja bisa menggugat cerai, tentu berlaku hal yang sama sebelum menikah.
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa istri Tsabit bin Qais bin Syammas pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia berkata pada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, aku tidaklah menjelekkan agama dan akhlak Tsabit. Namun aku cuma khawatir jadi mengkufuri suami.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalau begitu kembalikanlah kebun miliknya.” Istrinya menjawab, “Iya kalau begitu.” Istrinya pun mengembalikan kebun tersebut pada Tsabit. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pun memerintah pada Tsabit, akhirnya mereka berdua berpisah. (HR. Bukhari, no. 5276)
Faedah dari Ustadzuna Aris Munandar, M.P.I.
Ketika mendengarkan sesaat kajian "Kiat Menjadi Istri Shalihah #28, Tidak Mudah Meminta Cerai” di Channel Youtube Ustadz Aris Munandar
TAUTAN YANG PERLU DIBACA DI SITUS WEB RUMAYSHO:
https://rumaysho.com/10213-istri-gugat-cerai-3-kapan-gugat-cerai-dibolehkan.html
Catatan Muhammad Abduh Tuasikal, Senin, 15 Dzulqa’dah 1441 H
@NasihatRumaysho
MODAL PENTING DALAM MENERJEMAHKAN BAHASA ARAB
1. Memiliki kemampuan bahasa Arab yang baik, paham nahwu dan sharaf, dan lancar membaca kitab Arab.
2. Menguasai bahasa Indonesia sebagai bahasa target dengan baik dan benar.
3. Menguasai materi yang akan diterjemahkan dengan menguasai istilah-istilahnya. Karena satu kata dalam bahasa Arab bisa bermakna berbeda tergantung tema yang dibahas.
—-
Faedah #01 dari Bincang Santai “Pintar Menerjemahkan Bahasa Arab” dari guru kami Ustadz Aris Munandar, M.P.I.
Catatan Muhammad Abduh Tuasikal, Sabtu, 13 Dzulqa’dah 1441 H
1. Memiliki kemampuan bahasa Arab yang baik, paham nahwu dan sharaf, dan lancar membaca kitab Arab.
2. Menguasai bahasa Indonesia sebagai bahasa target dengan baik dan benar.
3. Menguasai materi yang akan diterjemahkan dengan menguasai istilah-istilahnya. Karena satu kata dalam bahasa Arab bisa bermakna berbeda tergantung tema yang dibahas.
—-
Faedah #01 dari Bincang Santai “Pintar Menerjemahkan Bahasa Arab” dari guru kami Ustadz Aris Munandar, M.P.I.
Catatan Muhammad Abduh Tuasikal, Sabtu, 13 Dzulqa’dah 1441 H
BELAJAR ITU AWALNYA SOMBONG, LALU RENDAH HATI, DAN AKHIRNYA MERASA DIRI SEMAKIN BODOH
Ilmu itu memiliki tiga jengkal:
Jengkal pertama: Sombong
Jengkal kedua: Rendah hati
Jengkal ketiga: Ia mengetahui bahwa ia tidak berilmu
Jangan menjadi Abu Syibr yang terhenti pada jengkal pertama.
Faedah dari Hilyah Al-Auliya’ karya Syaikh Bakr Abu Zaid
—-
📒 Muhammad Abduh Tuasikal
Join:
https://t.me/NasihatRumaysho
Ilmu itu memiliki tiga jengkal:
Jengkal pertama: Sombong
Jengkal kedua: Rendah hati
Jengkal ketiga: Ia mengetahui bahwa ia tidak berilmu
Jangan menjadi Abu Syibr yang terhenti pada jengkal pertama.
Faedah dari Hilyah Al-Auliya’ karya Syaikh Bakr Abu Zaid
—-
📒 Muhammad Abduh Tuasikal
Join:
https://t.me/NasihatRumaysho
📒 Belajar dari Nabi Ayyub ‘alaihis salam:
Beliau Tidak Banyak Hitung Musibah karena Nikmat yang Diberi Allah Masih Banyak
Nabi Ayyub diberi sehat 70 tahun. Ia diberi sakit berat. Namun, masih bersabar kala itu karena nikmat yg diperoleh masih lebih banyak dari musibahnya.
Ibnu Syihab mengatakan bahwa Anas menyebutkan bahwa Nabi Ayyub mendapat musibah selama 18 tahun. Wahb mengatakan selama pas hitungan tiga tahun. Ka’ab mengatakan bahwa Ayyub mengalami musibah selama 7 tahun, 7 bulan, 7 hari. Al-Hasan Al-Bashri menyatakan pula selama 7 tahun dan beberapa bulan. (Lihat Tafsir Al-Baghawi, 17: 181, juga lihat riwayat-riwayat dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 5: 351).
Namun Syaikh Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi rahimahullah menyatakan bahwa penyebutan jenis penyakitnya secara spesifik dan lamanya beliau menderita sakit sebenarnya berasal dari berita israiliyyat. (Lihat Adhwa’ Al-Bayan, 4: 852)
Saat mengurus dan membawa bekal pada beliau, istrinya sampai pernah bertanya kepada Nabi Ayyub yang sudah menderita sakit sangat lama, “Wahai Ayyub andai engkau mau berdoa pada Rabbmu, tentu engkau akan diberikan jalan keluar.” Nabi Ayyub menjawab, “Aku telah diberi kesehatan selama 70 tahun. Sakit ini masih derita yang sedikit yang Allah timpakan sampai aku bisa bersabar sama seperti masa sehatku yaitu 70 tahun.” Istrinya pun semakin cemas. Akhirnya karena tak sanggup lagi, istrinya mempekerjakan orang lain untuk mengurus suaminya sampai memberi makan padanya. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 5: 349-350)
Masya Allah.
Baca kisah lengkap Nabi Ayyub di sini:
https://rumaysho.com/15439-21-pelajaran-dari-kisah-nabi-ayyub-sang-penyabar.html
—-
Muhammad Abduh Tuasikal
https://t.me/NasihatRumaysho
Beliau Tidak Banyak Hitung Musibah karena Nikmat yang Diberi Allah Masih Banyak
Nabi Ayyub diberi sehat 70 tahun. Ia diberi sakit berat. Namun, masih bersabar kala itu karena nikmat yg diperoleh masih lebih banyak dari musibahnya.
Ibnu Syihab mengatakan bahwa Anas menyebutkan bahwa Nabi Ayyub mendapat musibah selama 18 tahun. Wahb mengatakan selama pas hitungan tiga tahun. Ka’ab mengatakan bahwa Ayyub mengalami musibah selama 7 tahun, 7 bulan, 7 hari. Al-Hasan Al-Bashri menyatakan pula selama 7 tahun dan beberapa bulan. (Lihat Tafsir Al-Baghawi, 17: 181, juga lihat riwayat-riwayat dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 5: 351).
Namun Syaikh Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi rahimahullah menyatakan bahwa penyebutan jenis penyakitnya secara spesifik dan lamanya beliau menderita sakit sebenarnya berasal dari berita israiliyyat. (Lihat Adhwa’ Al-Bayan, 4: 852)
Saat mengurus dan membawa bekal pada beliau, istrinya sampai pernah bertanya kepada Nabi Ayyub yang sudah menderita sakit sangat lama, “Wahai Ayyub andai engkau mau berdoa pada Rabbmu, tentu engkau akan diberikan jalan keluar.” Nabi Ayyub menjawab, “Aku telah diberi kesehatan selama 70 tahun. Sakit ini masih derita yang sedikit yang Allah timpakan sampai aku bisa bersabar sama seperti masa sehatku yaitu 70 tahun.” Istrinya pun semakin cemas. Akhirnya karena tak sanggup lagi, istrinya mempekerjakan orang lain untuk mengurus suaminya sampai memberi makan padanya. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 5: 349-350)
Masya Allah.
Baca kisah lengkap Nabi Ayyub di sini:
https://rumaysho.com/15439-21-pelajaran-dari-kisah-nabi-ayyub-sang-penyabar.html
—-
Muhammad Abduh Tuasikal
https://t.me/NasihatRumaysho